The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Leaderboard Ads
Benarkan Operasi Caesar Hanya Boleh Dilakukan 3 Kali?
Ilustrasi operasi caesar. (Pexels/Vidal Balielo Jr.)
Health

Benarkan Operasi Caesar Hanya Boleh Dilakukan 3 Kali?

Ini kata dokter.

Selasa, 30 Juni 2020 12:31 WIB 30 Juni 2020, 12:31 WIB

INDOZONE.ID - Operasi caesar merupakan salah satu metode melahirkan yang banyak dikenal oleh masyarakat. Ibu hamil bisa memilih metode tersebut jika memang menghendakinya. Tapi terkadang, ada indikasi medis yang membuat ibu hamil tidak bisa melalui persalinan normal sehingga terpaksa harus operasi caesar.

Indikasi medis berkaitan dengan kondisi ibu, bayi, dan plasenta. Menurut spesialis kebidanan dan kandungan dari Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah, dr Eric Kasmara SpOG, indikasi medis yang membuat ibu tidak bisa melahirkan lewat persalinan normal adalah mengalami preeklamsia, panggul ibu sempit, atau terkena penyakit lain seperti herpes, HIV, maupun positif Covid-19.  

“Kondisi janin juga bisa membuat ibu hamil melahirkan lewat operasi caesar. Misalnya indikasi bayi besar dengan berat badan di atas 4kg karena ada risiko nyangkut di bahu. Lalu kalau anaknya sungsang, posisi bokong yang di bawah, atau bisa juga kalau diameter kepala bayi besar melebihi panggul," ujar dr Eric dalam suatu webinar beberapa waktu lalu.

Selain itu, kondisi plasenta juga bisa membuat ibu hamil harus melahirkan dengan operasi caesar. Normalnya plasenta berada 5cm di bawah mulut lahir. Namun ada kondisi yang dikenal dengan istilah plasenta previa dan plasenta letak rendah yang menutupi jalan lahir.

Persalinan dengan cara operasi biasanya berlangsung 40-60 menit. Dengan metode ini, bisa memilih tanggal dan waktu bayi dilahirkan. Namun memang waktu pulihnya bisa lebih lama.

Di sisi lain, muncul anggapan jika ibu hamil hanya bisa melahirkan dengan metode operasi caesar sebanyak tiga kali dalam hidupnya. Tapi sebenarnya, dikatakan oleh dr Eric tidak ada patokan berapa kali operasi caesar boleh dilakukan. Ada ibu hamil yang bisa melakukan operasi caesar bahkan sampai 4-5 kali dan kondisinya baik-baik saja.

“Namun memang risiko semakin meningkat dengan bertambahnya frekuensi operasi caesar. Umumya, ibu yang mengalami tiga kali operasi caesar merasa cukup jumlah anaknya, jadi ia tidak mau hamil lagi,” pungkas dr Eric kepada Indozone melalui pesan singkat.


Artikel Menarik Lainnya:

Ads
Ads
JOIN US
JOIN US