The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Leaderboard Ads
Kasus Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Anggota DPRD Makassar Jadi Tersangka
Ilustrasi jenazah Covid-19 diambil paksa keluarga. (INDOZONE/Arya Manggala)
News

Kasus Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Anggota DPRD Makassar Jadi Tersangka

Terancam hukuman di atas lima tahun.

Selasa, 14 Juli 2020 08:36 WIB 14 Juli 2020, 08:36 WIB

INDOZONE.ID - Aksi ambil paksa jenazah yang meninggal karena terpapar virus corona kembali terjadi di Sulawesi Selatan. Kali ini, seorang anggota DPRD Makassar ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi karena berusaha mengambil paksa jenazah dari sebuah rumah sakit.

"Benar tersangkanya salah satunya anggota DPRD Makassar," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo kepada Indozone, Selasa (14/7/2020).

Tersangka itu antara lain berinisial AHI dan AN. AHI diketahui bernama Andi Hadi Ibrahim Baso yang merupakan anggota DPRD Makassar.

"Penetapan tersangka ditetapkan pada hari Jumat, 10 Juli 2020 setelah dilaksanakan gelar perkara dan adanya bukti-bukti," papar Ibrahim.

Kasus itu sendiri disebut Ibrahim berawal dari tersangka AHI bersama keluarga pasien datang ke RSUD Daya Makassar dengan tujuan mengambil seorang pasien yang sudah meninggal. AHI meminta pihak rumah sakit tidak melakukan protokol Covid-19 kepada pasien tersebut.

"Saat itu pihak RSUD Daya melarang dan berusaha menyampaikan edukasinya namun diabaikan oleh AHI dan mengatakan telah ada komunikasi dengan Direktur RSUD Daya Makassar dr. ARDIN SANI yang mengijinkan untuk membawa jenazah pasien tersebut," kata Ibrahim.

Namun, kala itu Direktur RSUD sudah menjelaskan jika pasien Covid-19 sangat rawan menyebarkan penyakit. Lagi-lagi tersangka memaksa membawa jenazah bahkan mengancam menuntut pihak rumah sakit.

"Direktur sudah dijelaskan bahwa pasien ini Covid-19 dan rawan menyebarkan penyakit, jadi harus dikebumikan dengan protokol covid. Tersangka tetap memaksa dan mengancam mengatakan bahwa massa susah dibendung dan akan menuntut RSUD Daya," paparnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 214, 335, 336 KUHP dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Tersangka terancam hukuman di atas lima tahun kurungan penjara.

Artikel Menarik Lainnya:

Desika Pemita
Yulia Marianti
Samsudhuha Wildansyah
Ads
Ads
JOIN US
JOIN US