The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Leaderboard Ads
Di Masa Pandemi Virus Corona, Investasi Ini Ternyata Lebih Menjanjikan
Ilustrasi investasi. (freepik)
News

Di Masa Pandemi Virus Corona, Investasi Ini Ternyata Lebih Menjanjikan

Investasi apa itu?

Selasa, 14 Juli 2020 13:51 WIB 14 Juli 2020, 13:51 WIB

INDOZONE.ID - Banyak orang bertanya-tanya, portopolio investasi apa yang masih bisa diandalkan dimasa pandemi virus corona seperti sekarang ini. Banyak pula orang yang menjadi ragu-ragu, adakah investasi di capital market seperti saham, reksadana atau pasar uang saat ini masih cukup aman, atau justru sebaliknya. Ataukah kita harus kembali berinvestasi secara tradisional, yakni dengan menabung di deposito, atau justru menabung dalam bentuk emas. 

Kali ini, Indozone akan mencoba membahasnya dan memberikan pencerahan bagi anda yang masih ragu-ragu dalam menempatkan investasinya. 

Sebagaimana diketahui, pasar saham, obligasi, hingga Reksadana dan pasar uang saat ini kondisinya sangat fluktuatif. Hal ini terjadi lantaran sebagian besar atau nyaris seluruh negara di dunia, sedang memiliki permasalahan yang sama, yaitu krisis kesehatan dan krisis ekonomi. 

Permasalahan virus corona yang berlarut dan tak kunjung ditemukan obatnya, memicu para investor menjadi sangat sensitif dan mencermati dengan seksama, kemana arah haluan investasi mereka. Belum lagi kondisi harga komoditas yang rerata juga ambruk, hal tersebut semakin memicu ketidakpastian global, yang kemudian mendorong para investor dunia, untuk berburu investasi yang disebut safe-haven, yaitu emas. 

Jika ditilik dalam beberapa waktu terakhir, khususnya sejak masa pandemi corona dimulai, harga emas terus merangkak naik. Begitupun dengan emas logam mulia PT Aneka Tambang (Antam) di dalam negeri, yang harganya saat ini nyaris menembus angka Rp1 juta per gram. Hal inilah yang kemudian mengerucutkan kesimpulan bahwa, berinvestasi emas di masa tak menentu seperti sekarang ini, memang lebih menguntungkan ketimbang investasi di sektor lain. 

"Namanya investasi kan tetap harus dilihat jangka panjang ya. Kita lihat view-nya, dan ini kemungkinan besarnya kan dunia mengalami resesi. Nah ketika resesi itu, investor cenderung akan mencari penempatan dana di instrumen yang relatif aman," ujar Perencana Keuangan, Aidil Akbar kepada Indozone, saat dihubungi pada Selasa (14/7/2020). 

Menurut Aidil, dengan situasi resesi, maka para investor cenderung akan lebih memilih investasi dalam bentuk aset. Hal itu bisa berupa investasi properti, maupun investasi logam safe-haven, yaitu emas

"Jadi mereka akan mencari instrumen yang relatif aman, kedua mereka akan masuk ke investasi aset. Jadi bukan ke placemen, tapi aset. Nah salah satu instrumen aset yang menarik adalah emas. Biasanya dalam kondisi resesi, dalam kondisi ekonomi kurang bagus, maka investor akan lebih nyaman untuk investasi ke emas," jelasnya. 

Menurut Aidil, hal itu sudah terbukti dan pernah terjadi pada saat Indonesia dahulu mengalami krisis ekonomi di tahun 1998 dan tahun 2008. Menurutnya, emas saat itu menjadi instrumen investasi berbentuk aset yang sangat diminati. 

"Jadi kalaupun beli emas sekarang, itu adalah salah satu pilihan yang cukup bagus menurut saya," pungkasnya. 

Emas Antam.(INDOZONE/Desika Pemita)
Emas Antam.(INDOZONE/Desika Pemita)

Sebagai informasi saja, pada bursa perdagangan hari ini, Selasa (14/7/2020), harga emas dari PT Aneka Tambang (Persero) Tbk / Antam stabil di level Rp938 ribu per gram. Sementara untuk harga perak menguat Rp200 per gram dari level Rp9.400 menjadi Rp9.600. Untuk buy back emas Antam juga stabil di level Rp836 ribu.

Dikutip dari situs logammulia.com, secara rinci harga emas Antam di pasar spot (belum termasuk pajak), yaitu:

  1. Emas batangan seberat 0,5 gram sebesar Rp499.000,
  2. Emas batangan seberat 1 gram sebesar Rp938.000,
  3. Emas batangan seberat 2 gram sebesar Rp1.816.000,
  4. Emas batangan seberat 3 gram sebesar Rp2.699.000,
  5. Emas batangan seberat 5 gram sebesar Rp4.470.000,
  6. Emas batangan seberat 10 gram sebesar Rp8.875.000,
  7. Emas batangan seberat 25 gram sebesar Rp22.062.000,
  8. Emas batangan seberat 50 gram sebesar Rp44.045.000,
  9. Emas batangan seberat 100 gram sebesar Rp88.012.000.

Artikel Menarik Lainnya:

Desika Pemita
Yulia Marianti
Sigit Nugroho
Ads
Ads
JOIN US
JOIN US